fotosintesis


 
Fotosintesis
adalah suatu proses pembuatan makanan oleh tumbuhan dengan menggunakan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida. Fotosintesis terjadi di struktur khusus pada sel daun yang disebut kloroplas. Kloroplas mengandung klorofil, yaitu pigmen hijau yang menyerap energi dari cahaya matahari.
Tumbuhan bersifat autotrof, artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan memanfaatkan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang dibutuhkan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan semua proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan rumus persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:
6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Faktor-faktor utama yang menentukan proses fotosintesis pada tumbuhan : 
  1. Intensitas cahaya. Laju fotosintesis maksimum adalah ketika banyak cahaya matahari. 
  2. Konsentrasi karbon dioksida. Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak pula jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk menjalani proses fotosintesis. 
  3. Suhu. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. 
  4. Kadar air. Kurangnya air pada tumbuhan atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju proses fotosintesis pada tumbuhan. 
  5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis). Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju proses fotosintesis akan naik. Dan sebaliknya, bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju proses fotosintesis akan berkurang. 
  6. Tahap pertumbuhan. Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah daripada tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin disebabkan tumbuhan berkecambah membutuhkan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

Tokoh Sains


 
 Karl Landstriner
Karl Landsteiner (1868-1943), ahli kedokteran patologi Austria-amerika, pemenang Hadiah Nobel kedokteran 1940 karena jasanya dalam menggolonghkan darah.
Lahir di Wina, Austria pada 14 Juni 1868, dan meninggal di New York (?) pada 24 juni 1943. Sejak masih pelajar, Landsteiner sudah maelakukan riset biokimia dan pada akhir 1891 mempublikasikan sebuah paper mengenai pengaruh diet terhadap komposisi abu darah. Landsteiner belajar kedokteran di Universitas Wina dan lulus pada 1891. Pengetahuan mengenai kimia yang lebih mendalam diperolehnya pada lima tahun berikutnya di laboratoriumHantzsch di Zurish, laboratorium E. Bambebger di Munich.
Kembali di Wina, Landsteiner bekerja di Rumah Sakit Umum Wina. Pada 1896 dia menjadi asisten Max von Gruber di Institut Kesehatan di Wina. Sejak saat itu dia sudah tertarik pada mekanisme kekebalan dan sifat antibody. Dari 1898 hingga 1908 dia menjadi asisten di Departemen Anatomi Patologis Universitas Wina. Pimpinannya, Profesor A. Weichselbaum adalah penemu bakteri penyebab meningitis dan, bersama Fraenckel, menemukan pnenumococcus.
Di sini Landsteiner lebih banyak berkecimpung dalam bidang fisiolgi daripada anatomi. Hingga 1919, setelah bekerja 20 tahun dalam bidang anatomi patologis, Landsteiner bersama beberapa orang temannya mempublikasikan banyak paper mengenai anatomi abnormal dan kekebalan. Dia menemukan fakta-fakta baru tentang kekebalan tubuh.
Landsteiner berjasa besar bagi anatomi patologis, histology, dan imunologi. Dalam karya-karyanya dia memperlihatkan observasi dan deskripsi yang cermat, juga pemahaman yang mendalam tentang biologi. Tetapi penemuannya yang sangat terkenal dibuatnya pada 1901, yaitu tentang golongan darah. Karena penemuan ini pula dia dianugerahi Hadiah Nobel pada 1930.
Pada 1875, Landois menyatakan bahwa jika manusia diberi tranfusi darah hewan, maka darah asing ini akan menggumpal dan pecah dalam pembuluh darah manusia. Pada 1901-1903 Landsteiner menunjukkan bahwa reaksi yang sama akan terjadi juga pada transfusi darah antarmanusia, antara lain dapat menyebabkan syok atau reaksi lainya.
Pernyataannya itu memperoleh sedikit perhatian saja hingga 1909, saat dia mengklasifikasi darah manusia menjadi apa yang kita kenal kini sebagai golongan darah A, B, AB, dan O. dia juga menunjukkan bahwa transfusi antargolongan darah A atau B tidak menyebabkan kerusakan sel darah baru seperti kalau transfuse terjadi antargolongan darah yang berbeda.pada 1919 landsteiner bertugas di sebuah RS Katolik Roma di Den Haag, Belanda, karena kurangnya fasilitas laboratorium di negerinya. Dia kemudian bertugas di Intitut Rockefeller untuk Riset kedokteran di New York. Di sini, bekerja sama dengan Levine dan Wiener, dia membuat penelitian lebih jauh tentang golong darah. Kelompok ilmuwan ini juga gang merintis penemuan factor-Rh dalam darah-yang menghubungkan darah manusia dengan darah kera rhesus.
Sampai akhir hayatnya Landsteiner terus meneliti golongan darah dan mengenai aspek kimia antigen, antibody dan factor-faktor kekebalan dalam darah. Pada 1939 dia menjadi Profesor Emeritus di Institut Rockefeller, namun tetap bekerja dengan bersemangat.

Sistem Pencernaan Pada Manusia

 
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan
menjadi dua macam seperti berikut.
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu
lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh
enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang ber-
molekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.

Saat melakukan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan
serangkaian alat-alat pencernaan sebagai berikut.
1. Mulut
Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam
mulut terdapat beberapa alat yang berperan
dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah
(glandula salivales).
a. Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan
mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi
potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu
enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan
lebih efisien dan cepat.
Gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
1) Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi
memotong makanan.
2) Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi
merobek makanan.
3) Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah,
berfungsi mengunyah makanan.
Struktur luar gigi terdiri
atas bagian-bagian berikut.
1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak
dari luar.
2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam
di dalam rahang.
3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung
oleh gusi.

b. Lidah
Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk mem-
bantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan
makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah
saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan.
Lidah dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena
mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah
tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan
lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir
(mukosa).

c. Kelenjar ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut,
yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula
sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 6.4
agar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat
makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah
makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah ber-
peran secara kimiawi dalam proses membasahi dan mem-
buat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah
terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini meng-
uraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana
(glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan
dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur
disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan
selanjutnya.

2. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang
tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi
kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung.
Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan
yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding
kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin.
Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui
kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut
ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak
peristaltik pada otot dinding kerongkongan.
Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot
secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara me-
manjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan
menuju lambung
Sebelum seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas)
terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan,
epiglotis yang seperti gelambir mengendur sehingga udara masuk
ke paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan masuk
ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju
kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir
di bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan menutup
saluran hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke arah
tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk
trakea dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan.

3. Lambung
Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk
seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan.
Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan ter-
dapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila
ada bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot
yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat ber-
kontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot-
otot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan
mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).
Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh
getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak
pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam
dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi
dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi
bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan
bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung
bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas
air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan
enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.

Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah
lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim
ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan
pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
c. Mengubah kelarutan garam mineral.
d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat
membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama
bolus.
e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung
dan usus dua belas jari.
f. Merangsang sekresi getah usus.

Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan
kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana
asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin  
berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul-
molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah
lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu
sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini
berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit
demi sedikit.

4. Usus halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang
panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak
lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi
memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap
proses penyerapan makanan.
Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-
molekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung,
molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung,
molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain.
Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih
sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu
molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam
amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul
gliserol dan asam lemak.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak
bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk
membantu proses pencernaan kimiawi ini.
 Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan
empedu, getah pankreas, dan getah usus.
a. Cairan Empedu
Cairan empedu tersusun atas bahan-bahanberikut :
1) Air, berguna sebagai pelarut utama.
2) Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan
duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3) Garam empedu,garam empedu berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak
dan air (mengemulsikan lemak).
cairan empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan
aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak
peristaltik usus.

b. Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas.
Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang
menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan
dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon
insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-
pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini
berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan
mencegah diabetes melitus.

c. Getah Usus
Getah usus mengandungenzim-enzim seperti berikut.
1) Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pe-
mecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2) Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses
pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3) Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses
pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4) Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat
proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

5. Usus besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri
atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens.
Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum
crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu).
Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut
appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah
putih yang berperan dalam imunitas.
Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke
bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa
ini masih mengandung banyak air dan garam mineral
yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral
kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu
kolon ascendens. Pada saat itu terjadi proses
pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu
bakteri Escherichia coli, yang mampu membentuk
vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan
peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit
ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dan
akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus.



tips dan strategi cepat menguasai bahasa mandarin

 
1. Jangan pernah ada rasa putus asa untuk belajar mandarin ini adalah langkah awal untuk memulai belajar sesuatu, karena dengan demikian, segala sesuatunya akan dapat tercapai dengan baik. Begitu pula dengan belajar bahasa mandarin. Banyak orang akan merasa putus asa dan stress di saat pertama kali melihat huruf mandarin dan artinya, yang memang kebetulan bukan huruf abjad, seperti inggris atau indonesia yang mudah diejakan, klo masih belum lancar ikutin aja kursus mandarin. Dapat dikatakan huruf mandarin itu adalah huruf yang harus dihafalkan dan latihan menulis, tidak ada jalan lain. Tetapi, begitu kita dapat menghafalkan beberapa huruf dasarnya beserta artinya, maka untuk proses belajar selanjutnya akan terasa mudah. Oleh karena itu dibutuhkan ketekunan, kerajinan dan jangan pernah putus asa.

2. Jangan bosan-bosan latihan nada ucapan bahasa mandarin
nada ucapan bahasa mandarin itu terdiri dari 5 nada, yaitu nada pertama (tinggi dan panjang), nada kedua (menaik), nada ketiga (menurun sedikit kemudian naik), nada keempat (menurun dan singkat) dan nada kelima (netral). Umumnya yang dipakai adalah nada pertama sampai ke keempat. Masing-masing nada mempunyai arti tersendiri, sehingga jika ***capkan dengan nada yang salah, maka artinya pun akan membingungkan orang yang mendengarkannya. Untuk itu, janganlah bosan-bosan untuk latihan nada bahasa mandarin.

3. Sesering mungkin latihan mendengarkan bahasa mandarin
sering-seringlah mendengarkan bahasa mandarin, baik itu di film, lagu atau rekaman buku latihan pelajaran mandarin. Dengan demikian telinga kita akan terbiasa mendengarkan bahasa mandarin dan kemungkinan besar kita akan dapat mudah mulai mengikuti percakapannya.

4. Perbanyak latihan menulis huruf mandarin
sesulit apapun huruf mandarin, harus tetap sering latihan menulis. Semakin banyak kita latihan menulis, maka semakin mempermudah bagi kita untuk mengingat huruf mandarin dan bahkan artinya. Sebagai informasi tambahan, di dalam era komputersasi ini, maka sebagian besar orang menggunakan komputer untuk mengetik mandarin, jadi tidak sedikit juga orang yang tidak bisa menulis huruf mandarin dengan menggunakan tangannya sendiri.

5. Hafalkan dan latihlah pemakaian susunan pola kalimat bahasa mandarin
susunan pola kalimat bahasa mandarin, tidaklah sesulit inggris yang banyak sekali "tenses". Dalam bahasa mandarin coba deh cek di
kursus mandarin, dapat dikatakan tidak ada "tenses" dan sebagian besar susunan pola kalimat bahasa mandarin itu hampir sama dengan bahasa indonesia, sehingga sangat mudah untuk dipelajari



tips menghadapi ujian nasional

 
1. "There is no short way to success"
Pepatah ini harus diingat, sebab memang tak ada jalan pintas untuk menggapai kesuksesan. Segala sesuatunya bisa diraih dengan persiapan dan usaha maksimal.

2. Percaya diri!
Hilangkan perasaan takut atau nervous dalam menghadapi ujian. Ada kalanya, persiapan yang telah dilakukan luntur hanya karena rasa takut. Ketakutan itu akan membuat pikiran Anda terganggu dan tidak konsentrasi menjalani ujian. Bebaskan pikiran dari segala rasa takut. Percaya diri adalah kunci kemenangan!

3. Atur waktu terbaik
Siapkan jadwal waktu yang terorganisir untuk belajar. Prioritaskan waktu yang lebih banyak pada mata pelajaran yang agak sulit. Luangkan pula sedikit waktu untuk hiburan, agar tidak menimbulkan kejenuhan.

4. Pilih suasana yang tepat untuk belajar
Suasana belajar berperan sangat penting. Pilihlah tempat yang bisa membuat nyaman, sehingga proses persiapan ujian dan belajar akan rileks serta penuh konsentrasi. Sebaiknya, belajarlah pada pagi hari dalam suasana yang hening. Suasana seperti ini akan lebih membuat konsentrasi.

Oya, ketahuilah, bahwa sebaiknya jangan menempatkan cermin di kamar atau lokasi tempat Anda belajar. Pantulan bayangan yang ditimbulkan akan mengganggu konsentrasi. Satu hal lagi, ternyata, belajar dengan menghadap ke arah timur akan lebih mendatangkan energi positif dibandingkan jika menghadap ke arah timur laut.

5. Duduk tegap
Ternyata, memerhatikan cara duduk saat belajar juga penting diperhatikan. Jangan belajar di tempat tidur atau berbaring di kursi. Duduk tegaplah saat belajar, tempatkan kaki sejajar dengan lantai. Cara duduk seperti ini dapat membuat ionisasi. Perhatikan kaki agar tidak di atas tingkat kepala, karena akan memengaruhi aliran darah dan menyebabkan kantuk.

6. Buat catatan kecil sambil belajar
Saat belajar, buatlah catatan kecil dengan poin-poin singkat. Catanan ini akan membantu Anda mengingat poin penting dari apa yang dipelajari, misalnya, rumus atau hal penting lainnya. Notes ini penting untuk 1-2 jam terakhir daripada Anda membuka-buka halaman pada buku teks pelajaran. Dengan adanya notes ini, Anda dapat belajar di mana saja dan tidak membutuhkan waktu yang banyak.

7. Tidur dan makan dengan baik
Tidur dengan nyenyak. Sebuah studi mengatakan bahwa waktu tidur yang optimal adalah 6 jam. Terutama pada malam hari sebelum ujian. Tidurlah minimal 6 jam dan tidak lebih dari 8 jam. Ingat, waktu istirahat yang cukup akan memberikan efek besar saat ujian.

Selain itu, makanlah dengan teratur. Jika Anda tengah menjalani program diet, jangan berpuasa saat ujian. Dan jangan lupa perbanyak minum air putih sebelum tidur, karena penting untuk menjaga sel-sel otak.

8. Menulis dan menyajikan yang terbaik
Penyajian adalah faktor utama yang akan memengaruhi nilai Anda. Seperti apa pun belajar dan persiapan yang dilakukan, semua tergantung dari penyajian pada lembar jawaban. Dalam soal essay, jangan lupa menggarisbawahi poin yang penting. Tulisan tangan akan memengaruhi nilai. Cobalah untuk menulis dengan rapi. Jika tidak cukup baik, jangan khawatir. Selama disajikan dengan cara yang baik, pasti akan mendapat nilai lebih. Dan yang perlu diingat adalah "Kesan pertama adalah kesan terbaik". Jadi jawablah pertanyaan dengan sebaik mungkin.

9. Jangan mencontek!
Mencontek bukan hanya akan memengaruhi nilai, melainkan bisa menghilangkan kesempatan untuk melanjutkan ujian. Ingatlah, ujian adalah pembuktian diri.

10. Berdoa dan percaya kemampuan sendiri
Poin terakhir, berdoalah sebelum memulai ujian dan bebaskan pikiran Anda dari segala hal yang akan mengganggu konsentrasi dalam ujian. Dengan berdoa, Anda akan mendapatkan energi yang besar dan kedamaian. Hal lainnya adalah, Anda harus percaya diri pada apa kemampuan diri sendiri.

Terakhir, jangan membahas soal ujian setelah selesai ujian. Ini tidak baik, karena akan memengaruhi ujian berikutnya.


selamat datang di blog saya

nama : intan anandika wijayanti
kelas : XI.A2