Berdasarkan
prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan
menjadi
dua macam seperti berikut.
1.
Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu
lidah
serta peremasan yang terjadi di lambung.
2.
Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh
enzim-enzim
pencernaan dengan mengubah makanan yang ber-
molekul
besar menjadi molekul yang berukuran kecil.
Saat
melakukan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan
serangkaian
alat-alat pencernaan sebagai berikut.
1.
Mulut
Makanan
pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Makanan
ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam
mulut
terdapat beberapa alat yang berperan
dalam
proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah
(glandula
salivales).
a.
Gigi
Pada
manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan
mekanis.
Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi
potongan-potongan
yang lebih kecil. Hal ini akan membantu
enzim-enzim
pencernaan agar dapat mencerna makanan
lebih
efisien dan cepat.
Gigi
berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
1)
Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi
memotong
makanan.
2)
Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi
merobek
makanan.
3)
Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah,
berfungsi
mengunyah makanan.
Struktur
luar gigi terdiri
atas
bagian-bagian berikut.
1)
Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak
dari
luar.
2)
Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam
di
dalam rahang.
3)
Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung
oleh
gusi.
b.
Lidah
Lidah
dalam sistem pencernaan berfungsi untuk mem-
bantu
mencampur dan menelan makanan, mempertahankan
makanan
agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah
saat
makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan.
Lidah
dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena
mengandung
banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah
tersusun
atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan
lapisan
epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir
(mukosa).
c.
Kelenjar ludah
Terdapat
tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut,
yaitu
glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula
sublingualis
atau glandula submandibularis. Amati gambar 6.4
agar
Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.
Air
ludah berperan penting dalam proses perubahan zat
makanan
secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah
makanan
dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah ber-
peran
secara kimiawi dalam proses membasahi dan mem-
buat
makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah
terdiri
atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini meng-
uraikan
pati dalam makanan menjadi gula sederhana
(glukosa
dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan
dengan
dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur
disebut
bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan
selanjutnya.
2.
Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan
merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang
tipis
sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi
kerongkongan
ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung.
Bagian
dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan
yang
dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding
kerongkongan
untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin.
Keadaan
ini akan mempermudah bolus bergerak melalui
kerongkongan
menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut
ke
lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak
peristaltik
pada otot dinding kerongkongan.
Gerak
peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot
secara
bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara me-
manjang
dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan
menuju
lambung
Sebelum
seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas)
terbuka
sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan,
epiglotis
yang seperti gelambir mengendur sehingga udara masuk
ke
paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan masuk
ke
dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju
kerongkongan,
langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir
di
bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan menutup
saluran
hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke arah
tutup
trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk
trakea
dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan.
3.
Lambung
Lambung
merupakan saluran pencernaan yang berbentuk
seperti
kantung, terletak di bawah sekat rongga badan.
Daerah
perbatasan antara lambung dan kerongkongan ter-
dapat
otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila
ada
bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot
yang
disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat ber-
kontraksi
seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot-
otot
ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan
mencampur
bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).
Sementara
itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh
getah
lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak
pada
dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam
dinding
lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi
dinding
lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi
bila
cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan
bolus
saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung
bermacam-macam
zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas
air.
Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan
enzim-enzim
pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.
Asam
lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
a.
Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah
lambung,
misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim
ini
aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan
pepton
yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
b.
Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
c.
Mengubah kelarutan garam mineral.
d.
Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat
membunuh
kuman yang ikut masuk ke lambung bersama
bolus.
e.
Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung
dan
usus dua belas jari.
f.
Merangsang sekresi getah usus.
Enzim
renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan
kasein
atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana
asam
dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin
berfungsi
memecah molekul-molekul protein menjadi molekul-
molekul
peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah
lemak
menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya,
kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu
sfinkter
pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini
berkontraksi,
maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit
demi
sedikit.
4.
Usus halus
Usus
halus merupakan saluran berkelok-kelok yang
panjangnya
sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak
lipatan
yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi
memperluas
permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap
proses
penyerapan makanan.
Usus
halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
a.
duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b.
jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c.
ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
Kimus
yang berasal dari lambung mengandung molekul-
molekul
pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung,
molekul-molekul
protein yang telah dicernakan di lambung,
molekul-molekul
lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain.
Selama
di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih
sempurna
menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu
molekul-molekul
protein dicerna menjadi molekul-molekul asam
amino,
dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul
gliserol
dan asam lemak.
Pencernaan
makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak
bersifat
kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk
membantu
proses pencernaan kimiawi ini.
Getah
pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan
empedu,
getah pankreas, dan getah usus.
a.
Cairan Empedu
Cairan
empedu tersusun atas bahan-bahanberikut :
1)
Air, berguna sebagai pelarut utama.
2)
Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan
duodenum
agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3)
Garam empedu,garam empedu berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak
dan
air (mengemulsikan lemak).
cairan
empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan
aktivitas
pepsin pada protein, dan merangsang gerak
peristaltik
usus.
b.
Getah Pankreas
Getah
pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas.
Pankreas
ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang
menghasilkan
getah pankreas ke dalam saluran pencernaan
dan
sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon
insulin.
Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-
pulau
yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini
berfungsi
menjaga gula darah agar tetap normal dan
mencegah
diabetes melitus.
c.
Getah Usus
Getah
usus mengandungenzim-enzim seperti berikut.
1)
Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pe-
mecahan
sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2)
Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses
pemecahan
maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3)
Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses
pemecahan
laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4)
Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat
proses
pemecahan peptida menjadi asam amino.
5.
Usus besar
Usus
besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri
atas
kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens.
Di
antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum
crassum
(usus besar) terdapat sekum (usus buntu).
Pada
ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut
appendiks
(umbai cacing) yang berisi massa sel darah
putih
yang berperan dalam imunitas.
Zat-zat
sisa di dalam usus besar ini didorong ke
bagian
belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa
ini
masih mengandung banyak air dan garam mineral
yang
diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral
kemudian
diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu
kolon
ascendens. Pada saat itu terjadi proses
pembusukan
terhadap zat-zat sisa dengan dibantu
bakteri
Escherichia coli, yang mampu membentuk
vitamin
K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan
peristaltik,
zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit
ke
saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dan
akhirnya
keluar dengan proses defekasi melewati anus.
Pages
Sistem Pencernaan Pada Manusia
Diposting oleh
Unknown
Rabu, 28 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
^^
daun
buble cursor
Copyright: Blog Trik dan Tips - http://blogtrikdantips.blogspot.com/2012/05/membuat-efek-gelembung-pada-cursor.html#ixzz2E8ttV61s
Tolong sertakan link ini jika mengkopi artikel diatas. Terima kasih
Popular Posts
-
Fotosintesis adalah suatu proses pembuatan makanan oleh tumbuhan dengan menggunakan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida. Fot...
-
DNA DNA merupakan sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA um...
-
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti berikut. 1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh...
-
Karl Landstriner Karl Landsteiner (1868-1943), ahli kedokteran patologi Austria-amerika, pemenang Hadiah Nobel kedokteran 1940 kar...
-
1. Vitamin A Makanan sumber vitamin A : susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan ...
-
1. "There is no short way to success" Pepatah ini harus diingat, sebab memang tak ada jalan pintas untuk menggapai kesuksesan...
-
1. Jangan pernah ada rasa putus asa untuk belajar mandarin ini adalah langkah awal untuk memulai belajar sesuatu, karena dengan demikia...
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- Unknown
Clock
bear
doraemon
salju
twitter bird
cuteki
Cuteki widget gadget



tanks info.a...